Integrasi Metode Resistivitas, Seismik Refraksi, Geologi Berbasis Geospasial untuk Identifikasi Potensi Longsor di Srimartani, Yogyakarta

Integration of Geospatial-Based Resistivity, Seismic Refraction and Geology Methods for Identification of Potential Landslide in Srimartani, Yogyakarta

Authors

  • Besse Nurul Luthfiani Azis Program Studi Teknik Geofisika, Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta
  • Ketut Arya Wikranta Program Studi Teknik Geofisika, Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta
  • Nur Siti Anifah Program Studi Teknik Geofisika, Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta
  • Wihdah Syamsiyah Q Program Studi Teknik Geofisika, Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta
  • Dirga Wahyuzar Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.52562/injoes.v1i2.251

Keywords:

Resistivity, Geophysics, Geospatial, Landslide

Abstract

Kabupaten Bantul merupakan salah satu kabupaten yang berpotensi terjadi tanah longsor, tepatnya di daerah Srimartani, Kecamatan Piyungan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data dan informasi mengenai parameter metode geofisika daerah longsor dan mengetahui dugaan zona potensi longsor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei lokasi, akuisisi metode seismik refraksi, akuisisi metode resistivitas, dan pemetaan foto udara (geospasial). Dari penampang bawah permukaan seismik refraksi metode hagiwara didapatkan bahwa lapisan lapuk pada daerah riset berupa soil dan pasir tuffan dikarenakan memiliki sifat permeable dan bidang gelincirnya yang bersifat impermeable. Pada penampang bawah metode seismik refraksi lapisan pertama yaitu soil dengan kecepatan V1 sekitar 313.8 m/s – 461.6 m/s dan lapisan kedua yaitu pasir dengan kecepatan V2 sekitar 459 m/s – 1567 m/s. Sementara penampang bawah permukaan metode resistivitas konfigurasi dipole – dipole didapatkan lapisan lapuk tersebut memiliki nilai resitivitas yang kecil dikarenakan lapisan tersebut bersifat lunak sehingga ada kemungkinan lapisan tersebut dalam kondisi basah. Pada penampang resistivitas memiliki nilai 126 ohm.m hingga lebih dari 301 ohm.m, daerah tersebut diperkirakan terdapat batuan breksi batuapung dari formasi semilir yang diduga sebagai bidang gelincir. Dari segi geologi, daerah penelitian sangat rentan terjadi tanah longsor dikarenakan kondisi lereng searah dengan kondisi struktur regional di daerah penelitian yaitu barat-timur, didukung oleh kondisi batuan yang ada berupa breksi batuapung dan tuff yang sangat rawan terjadi longsor. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai antisipasi masyarakat dalam meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari adanya tanah longsor.

Bantul Regency is one of the districts that have the potential for landslides to occur, precisely in the Srimartani area, Piyungan District. This research was conducted with the aim of obtaining data and information about the parameters of the geophysical method of landslide areas and knowing the alleged landslide potential zone. The methods used in this research are site survey, seismic refraction acquisition method, resistivity method acquisition, and aerial photography (geospatial) mapping. From the subsurface seismic refraction of the Hagiwara method, it was found that the weathered layer in the research area was soil and sand due to its permeable properties and impermeable slip plane. . In the lower section of the seismic refraction method, the first layer is soil with a V1 velocity of around 313.8 m/s – 461.6 m/s and the second layer is sand with a V2 velocity of about 459 m/s – 1567 m/s. While the subsurface resistivity method of the dipole - dipole configuration found that the weathered layer has a small resistivity value because the layer is soft so there is a possibility that the layer is in a wet conditionIn the cross section resistivity has a value of 126 ohm.m to more than 301 ohm.m, the area is estimated to contain pumice breccia from the breccia formation which is thought to be a slip plane. In terms of geology, the research area is very susceptible to landslides because the slope conditions are in line with the regional structural conditions in the research area, namely west-east, supported by the existing rock conditions in the form of pumice breccia and tuff which are very prone to landslides. With this research, it is hoped that it can increase knowledge about community anticipation in minimizing the impact of landslides.

Downloads

Download data is not yet available.

References

BNPB. (2008). Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia, No.4 tahun 2008 tentang Pedoman Rencana Penanggulangan Bencana.

Hardiyatmo, H. C. (2012). Tanah Longsor dan Erosi, Kejadian dan Penanganan. Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta.

Misbahuddin. M, Husna, A., Toriq, R. & Marwantho, A. (2017). Analisis Kerentanan Longsoran Menggunakan Proses Hirarki Analitik di Daerah Sukatani dan Sekitarnya, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi, 8(1), 19–30.

Nugroho, J. A., Sukojo, B. M., & Sari, I. (2009). Pemetaan Daerah Rawan Longsor dengan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis. ITS Library, 9. http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-10147 Paper.pdf

Pemerintah Kabupaten Bantul. (2014). Peta Kerawanan Tanah Longsor. URL: https://sosial.bantulkab.go.id/data/list/22/23/26-data-potensi-penanggulangan-dan-rawan-bencana. Diakses tanggal 17 Februari 2021.

Priyantari, N. & Suprianto, A. (2009). Penentuan Kedalaman Bedrock Menggunakan Metode Seismik Refraksi di Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember. Jurnal Ilmu Dasar. 10 (1): 6–12.

Pusat Penelitian dan

Pengembangan Tanah dan Agroklimat. (2004). Laporan Akhir Pengkajian Potensi Bencana Kekeringan, Banjir, dan Longsor di Kawasan Satuan Wilayah Sungai Citarum-Ciliwung, Jawa Barat Bagian Barat Berbasis Sistem Informasi Geografis. Bogor.

Rahayu, S., Widodo, R. H., Van Noordwijk, M., Suryadi, I. & Verbist, B. (2009). Monitoring Air di Daerah Sungai. Bogor: World Agroforestry Centre.

Ramadhan, A. (2020). Potensi Cuaca Ekstrem, BPBD Bantul Petakan Daerah Rawan Banjir dan Longsor. [Accessed 17 Februari 2021]. Available from: https://jogja.tribunnews.com/2020/02/28/potensi-cuaca-ekstrem-bpbd-bantul-petakan-daerah-rawan-banjir-dan-longsor

Sudarsono, B. (2012). Buku Ajar Mata Kuliah Pemetaan Fotogrammetri, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Universitas Diponegoro. Semarang.

Wibowo, B.A., Ngadmanto, D., Listyaningrum, Z. & Putra, Y. (2015). Identifikasi Lapisan Rawan Longsor Menggunakan Metode Seismik Refraksi Studi Kasus: Kampus Lapangan LIPI Karangsambung. Prosiding Seminar Nasional Fisika. No. 4, pp. 18–24.

Wijaya, A. S. (2015). Aplikasi Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Wenner Untuk Menentukan Struktur Tanah di Halaman Belakang SCC ITS Surabaya. Jurnal Fisika Indonesia, 19(55).

Zakaria, M. F. & Maisarah, S. M. (2019). Identifikasi Bidang Gelincir Pada Daerah Rawan Longsor Desa Srimartani, Yogyakarta. Jurnal Geofisika Eksplorasi, 5(3), 55-64.

Downloads

Published

2021-12-26

How to Cite

Azis, B. N. L., Wikranta, K. A. ., Anifah, N. S., Syamsiyah Q, W. S. Q., & Wahyuzar, D. (2021). Integrasi Metode Resistivitas, Seismik Refraksi, Geologi Berbasis Geospasial untuk Identifikasi Potensi Longsor di Srimartani, Yogyakarta: Integration of Geospatial-Based Resistivity, Seismic Refraction and Geology Methods for Identification of Potential Landslide in Srimartani, Yogyakarta. Indonesian Journal of Earth Sciences, 1(2), 109-122. https://doi.org/10.52562/injoes.v1i2.251

Issue

Section

Articles